Jumat, 11 Maret 2016

Nanjak Gn. Batu Jonggol

Setelah sempat survey sebelumnya jalur menuju Gn. Batu. Akhirnya tiba harinya dimana cuaca cukup bagus untuk menanjak, 2 hari tanpa hujan dan cuaca yang cukup terang pada 20 Feb 2016 saya memutuskan untuk segera menjelajahi Gn. Batu ini. [Baru sempat nulis sekarang -____-]

Untuk memuaskan rasa ingin tahu, saya mencoba rute yang berbeda dibandingkan rute ketika survey (baca disini). Rute kali ini lewat dayeuh, Jonggol. Apabila lewat rute ini, banyak petunjuk arah menuju Gn. Batu, warga sekitar dan "mungkin" dinas daerah sudah lebih memperhatikan salah satu lokasi wisata alam ini.

Jalur ini, akan mengantarkan kita tiba ke pos 1 penanjakan, tempat dimana kita bisa menitipkan kendaraan (motor/mobil).








Dari Pos 1 ini, kita akan berjalan menyusuri jalan menuju ke Pos 2. Sebenarnya kendaraan bisa dinaiki menuju pos 2, namun kita diwajibkan menitipkan kendaraan di pos 1 ini. Hitung-hitung pemanasan sebelum menanjak, saya menganjurkan menitipkan kendaraan di pos 1. Rute menuju pos 2 ada dipostingan ketika survey.

Waktu tempuh dari pos 1 menuju pos 2 (menuju punggung gunung) kurang lebih 20 menit berjalan kaki, lumayan lah untuk persiapan sebelum menanjak.

Setibanya di pos 2, kita akan dipungut biaya kebersihan Rp 5.000/orang. Apabila langsung parkir di pos 2, kita hanya perlu membayar untuk kendaraan saja.







Sesampainya di pos 2, akan ada lahan parkir seperti di pos 1, dan banyak warung, sobat bisa memutuskan untuk istirahat sejenak atau langsung menanjak.

Track tanjakan ada beberapa tahap. Tahap pertama, medan cukup terjal dan licin, karena permukaannya tanah merah. Siapkan kondisi fisik dan sepatu yang tidak licin, dan jangan lupa atur stamina, karena ingat stamina untuk turun (apabila tektok, naik langsung turun, tidak camping).





Sekitar 40 menit mendaki, kita akan menemui spot yang agak landai. Menurut keterangan dari penjaga lokasi, dan warung di pos 2 sebelumnya, ini adalah spot untuk camping yang hendak nanjak shubuh. Ini adalah spot yang sangat baik untuk istirahat dan memulihkan stamina, karena track selanjutnya lebih extrem.





Kalau sudah sampai ditempat ini, kita sudah separuh jalan menuju puncak. Selanjutnya kita akan dihadapkan dengan medan yang tidak kalah menantang, track yang terjal dengan jalan setapak berbatu. Untuk keselamatan, sudah tersedia tambang untuk para pendaki, namun hanya sebagai alat bantu kita berpegangan.










Sebisa mungkin dalam setiap kesempatan, atur nafas kembali, agar fokus dapat kita jaga. Istirahatlah, jangan memaksakan, hilangkan rasa "sombong", kalau ini hanyalah gunung yang tidak terlalu tinggi dan lain sebagainya.

Jika sobat sudah sampai ditahap ini, tahan rasa menggebu-gebu puncak sudah akan kita jajaki. Karena menurut saya pribadi, di tahap ini kita dapat menjadi terburu-buru dan tidak memperhatikan keselamatan. Karena medan selanjutnya lebih sempit....




Tanjakannya lumayan kan sob ?? :))





3 Gambar di atas ini merupakan kondisi apa adanya. Jalan setapak sebelum tanjakan terakhir, sebelah kanan dan kiri langsung jurang. Perhatikan selalu langkah sobat, jangan melangkah sebelum pasti.

Sampai di puncak, semua penantian dan rasa perih yang menyayat otot paha kita terutama akan langsung terbayarkan dengan sejuknya udara, dan pemandangan alam sekitar.






Kumpulan foto asik kami diatas bisa dilihat di facebook. Kalo disini ntar keberatan load-nya....haha.

Dan jangan lupa, titip doa untuk sobat kita....


to be continued........

Turun gunung, main air di curug.... :D
(dalam hari yang sama loh - 20 feb '16 - )
Baca selengkapnya

Jumat, 12 Februari 2016

Bangka, pulau kaya yang tersisihkan !

Tersisihkan, kata yang langsung muncul dikepala saya saat ini. Kenapa ? Karena, menurut asumsi saya, bangka kalah tenar dengan Belitung saat ini.

Bangka dan Belitung sebenarnya merupakan 2 pulau berbeda, tetapi masuk dalam 1 provinsi, yaitu provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebelumnya, provinsi ini masuk kedalam provinsi Sumatera Selatan. Provinsi Kep. Bangka Belitung mendapatkan julukan provinsi seribu batu karang.

Belitung, menjadi melambung namanya salah satu alasannya, karena buku dan film tenar "Laskar Pelangi" pada tahun 2005 silam. Nama Belitung menjadi tersohor di Indonesia. Selain karena alasan tersebut, Belitung memiliki kekayaan wisata alam yang indah. ~ pingin juga sih kesana, bulan lalu (Januari 2016) sudah beli tiket PP ke Belitung, tapi terpaksa gagal | CurCol ~

Tapi, yang ingin saya bahas kali ini adalah Pulau Bangka. Tau gak, kalo Bangka itu salah satu wilayah penghasil timah terbesar di DUNIA. Ga percaya ?! cek disini deh.....

Bangka memiliki adat, budaya, dan bahasa yang berbeda dengan Belitung. Secara administratif ibu kota dari provinsi ini adalah Pangkalpinang, dan Pangkalpinang berada di pulau Bangka. Ketika Belitung mengangkat nama provinsi Bangka Belitung, dengan keindahan alamnya, nama Bangka hanya akan di ingat dalam penyebutan nama provinsi saja.

Itulah yang menjadi alasan kenapa saya menulis artikel mengenai Bangka...

Pernah dengar istilah "BOPENG BANGKA" ??. Tau kan bopeng itu apa ? sejenis luka borok, yang tidak bisa hilang dan berbekas, seperti jerawat batu yang pecah kemudian di korek-korek sampe bekas seperti bolong-bolong. Nah, kurang lebih gitu deh wajah Bangka saat ini. Bagi yang pernah ke Bangka, pasti tahu. Penampakannya kurang lebih seperti dokumentasi dari situs berita di bawah ini...

 
Dokumentasi : antaranews.com

 
Dokumentasi : Merdeka.com 

Miris kan lihatnya ? Yap, itulah akibat dari eskploitasi dalam skala waktu yang lama, belum lagi yang ilegal! yang mengabaikan prosedur-prosedur demi keuntungan semata. Provinsi ini sudah sangat terkenal akan kekayaan timahnya, dari jaman penjajahan dulu malah.

Bangka juga banyak memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan pulau Belitung. Contohnya :

1. Pantai Parai Tenggiri

2. Pantai Matras

3. Pantai Pasir Padi


Dan banyak objek wisata lainnya, dari yang masih asri hingga yang akan dikembangkan oleh pemerintah, seperti yang dilansir oleh situs resmi milik pulau Bangka. Beberapa objek wisata yang sudah terdata antara lain :

No JENIS WISATA OBJEK WISATA JUMLAH OBJEK WISATA YANG AKAN DI KEMBANGKAN
1 Wisata Pantai
  1. Pantai Matras di Desa Matras Kec. Sungailiat
  2. Pantai Parai Tenggiri di Desa Matras Kec. Sungiliat
  3. Pantai Batu Bedaun di Desa Kuala Kec. Sungailiat
  4. Pantai Teluk Uber di Desa Rambak Kec. Sungiliat
  5. Pantai Tanjung Pesona di Desa Rambak Kec. Sungiliat
  6. Pantai Tikus di Desa Rebo Kec. Sungiliat
  7. Pantai Air Anyir kec Marawang
  8. Pantai Penyusuk di Desa Bukit Ketok Kec. Belinyu
  9. Pantai Romodong di Desa Bukit Ketok Kec. Belinyu
  10. Pantai Kuala di Desa Kuala Kec. Sungailiat
  11. Pantai Tj. Belayar Kec. Sungailiat
  12. Pantai Rebo Kec. Sungailiat
  13. Pantai Tj. Ratu Kec. Sungailiat
  14. Pantai Bedukang Kec. Riau Silip
-
-
-
-
-
-
2 Wisata Alam
  1. Hutan Wisata Suaka Alam Terdapat di Kec. Sungailiat
  2. Pemandian Air Panas Tirta Tapta Terdapat di Kec. Sungailiat
  3. Pelabuhan dan Tj. Gudang Terdapat di Kec. Belinyu
  4. Pulau Lampu Terdapat di Kec. Belinyu
  5. Pulau Karang Terdapat di Kec. Belinyu
  6. Tanjung Putat Terdapat di Kec. Belinyu
  7. Gunung Maras Terdapat di Kec.Riau Silip
  8. Kolam Renang Loka Tirta Terdapat di Kec. Sungailiat
  9. Wisata Alam Bebas/BOI Di Deniang Terdapat di Kec.Riau Silip
  10. Kampung Cina Terdapat di Kec. Belinyu
  11. Desa Wisata Air Simpur Terdapat di Kec. Pemali
-
-
-
-
-
3 Wisata Sejarah
  1. Makam N Leveysen di Belakang Ruko Puncak Terdapat di Kec. Sungailiat
  2. Tugu Kemerdekaan di Terminal Sungailiat Terdapat di Kec. Sungailiat
  3. Makam Akek Siam di Bukit Betung Terdapat di Kec. Sungailiat
  4. Makam Depati Bahrin di Desa Kimak Terdapat di Kec. Merawang
  5. Makam Nek Pok di Desa Kimak Terdapat di Kec. Merawang
  6. Benteng Kota Waringin Di Puding Besar Terdapat di Kec. Puding Besar
  7. Makam Pahlawan IV Terdapat di Kec. Merawang
  8. Benteng kuto Panji Terdapat di Kec. Belinyu
  9. Tugu dan Pahlawan XII Terdapat di Kec. Mendo Barat
  10. Situs Kota Kapur Terdapat di Kec. Mendo Barat
  11. Makam Cermin Jati Kp. Tiang Tara Terdapat di Kec. Bakam
  12. Makam Keramat Batu Terdapat di Kec. Bakam
  13. Makam Nek Wet Terdapat di Kec. Bakam
  14. Makam Umar Mansyur di Desa Petaling Terdapat di Kec. Mendo Barat
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
4 Wisata Budaya
  1. Beduk Terbesar Masjid Agung Terdapat di Kec. Sungailiat
  2. Vihara Dewi Kwan Im Terdapat di Kec. Sungailiat
  3. Padepokan Babel Terdapat di Kec. Sungailiat
  4. Acara Agama 1 Muharam Terdapat di Kec. Sungailiat
  5. Acara Sepintu Sedulang Terdapat di Seluruh Kecamatan
  6. Klenteng Cetya Dharma Abadi Terdapat di Kec. Sungailiat
  7. Phak Kak Liang Terdapat di Kec. Belinyu
  8. Mandi Belimau Terdapat di Kec. Merawang
  9. Rebo Kasan Terdapat di Kec. Merawang
  10. Klenteng Amal Bakti
  11. Klenteng Jaya Bakti
  12. Upacara Keagamaan Maulid Nabi Muhanmmad SAW Terdapat di Kec. Mendo Barat
  13. Klenteng Kuto Panji Terdapat di Kec. Belinyu
  14. Desa Wisata Gedong/Suku Hakka Terdapat di Kec. Belinyu
  15. Klenteng Fajar Terdapat di Kec. Sungailiat
  16. Klenteng Kwan Im Terdapat di Kec. Sungailiat
  17. Klenteng Gedong Lumut Terdapat di Kec. Belinyu
  18. Gua Bunda Maria Terdapat di Kec. Belinyu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
5 Wisata Agro
  1. Agro Wisata Pantai Rebo Terdapat di Kec. Sungailiat
  2. Perkebunan Jambu Mente Terdapat di Kec. Mendo Barat
  3. Kebun Karet Terdapat di Kec. Mendo Barat
  4. Kebun Kelapa Sawit Terdapat di Kec. Mendo Barat
  5. Kebun Lada Putih Terdapat di kec. Sungiliat
-
-
-
6 Wisata Pendidikan Kampus Politeknik Maufaktur Timah Terdapat di Sungailiat -



Kesimpulannya :
Pulau Bangka, memiliki keindahaanya sendiri, keunikan-nya sendiri, dan tidak boleh dilupakan bahwa Pulau Bangka adalah pulau yang berbeda dengan Belitung.

#AkuCintaIndonesia 
Baca selengkapnya

Kamis, 11 Februari 2016

Jalan - jalan kebun binatang Taman Sari, Bandung.



Long weekend kemarin, 6 - 8 Feb, kebetulan dapat kesempatan untuk jalan-jalan sebentar ke Bandung. Sudah lumayan lama memang tidak main ke Bandung, dan ternyata kangen juga. Karena long weekend, sebagaimana biasanya Bandung selalu macet dalam masa liburan seperti ini. Banyaknya kendaraan yang memasuki Bandung menjadi penyebab utamanya.

Menghindari macet dan mau sehat, Minggu pagi 7 Feb 2016, saya memutuskan untuk jalan-jalan bersama pacar tersayang [insya Allah jadi pendamping masa depan, Amin !!].

Selama kurang lebih 5 tahun hidup di Bandung (2007-2012, masa kuliah dan mencari kerja), belum pernah jalan-jalan dan main ke kebun binatang Bandung, tepatnya di daerah Taman Sari, dekat kampus ITB.

Perjalanan dimulai dari perempatan Cicend, nu tiasa ti bandung, pasti apal da....hehe. Jalan kaki sampai ke perempatan dekat BIP dan mengarah ke Dago, ingin ikut jalan sehat di CFD Dago. Ternyata, sampai di Dago jam 09.30 dan CFD sudah dibuka untuk kendaraan bermotor -____-. Menyusuri sepanjang jalan Dago, sampai simpang McD. Kami jadi galau, mau kemana lagi. Datanglah ide mendadak, untuk keliling kebun binatang. Jalan kaki lagi deh sampai kebun Binatang...

Setelah menyusuri daerah pinggiran Sabuga -Sasana Budaya Ganesha-, sampailah kami di pintu masuk 3 kebun binatang, lokasinya setelah pintu masuk Sabuga mengarah ke Pintu utama kampus ITB. Harga masuk kebun binatang ini, lebih mahal dibandingkan kebun binatang Ragunan, Jakarta. Tiket masuknya seharga Rp 20.000/orang, usia 3 tahun ke atas sudah harus membayar tiket masuk.


Setelah masuk, saya lumayan kaget. Karena, kebun binatang ini sedikit berbeda konsep dengan kebun binatang Ragunan. Saya, menggunakan kebun binatang Ragunan sebagai perbandingan, karena pernah ke BonBin Ragunan beberapa bulan terakhir, dan tanpa ada maksud menjelekan atau maksud subjektif lainnya.

Konsep BonBin Bandung, lebih seperti hutan kota yang di isi berbagai marga satwa. Dan diperuntukkan sebagai wana wisata yang dapat dinikmati keluarga untuk jalan-jalan bersama dan piknik. Terbukti, banyaknya tikar yang disewakan oleh masyarakat lokal yang dikelola dan ber-kerja sama dengan pengelola BonBin. Mangga dilihat videonya...



Sayangnya, saya tidak ingat untuk wawancara sedikit kepada penyewa tikar itu (Jiwa reporter dan jurnalistik pas-pas an).

Sambil jalan-jalan di dalam bonbin ini, saya lumayan memperhatikan sarana dan prasarana, jenis margasatwa, situasi dan kondisi yang terdapat di dalam bonbin ini. Dan secara tidak langsung, muncul perbandingan dengan bonbin Ragunan.

Ada beberapa yang saya perhatikan dan sempat dokumentasikan, diantaranya :




Nah, gambar diatas menunjukkan ada pohon besar yang tumbang disalah satu kandang satwa. Tidak jelas menimpa dan merusak kandang jenis satwa apa, karena tidak ada penjelasan hewan apa yang menghuni kandang tersebut. Karena, kalau di bonbin Ragunan, dibagian depan setiap kandang, ada petunjuk dan penjelasan hewan apa yang mengisi kandang tersebut.

Di bonbin Bandung ini, ada beberapa yang ada penjelasannya, ada yang tidak, seperti gambar dibawah ini...


Ada beberapa yang tidak ada penjelasan, sedangkan yang ada penjelasannya tentang jenis hewan tersebut, terlalu sedikit info yang dapat kita peroleh.

Kemudian yang cukup menarik perhatian saya, tidak adanya peta penjelasan tentang kebun binatang ini. Jadi, kita hanya dapat jalan-jalan dan melihat-lihat, tanpa bisa menentukan tujuan hendak jalan kemana, melihat hewan apa terlebih dahulu, membuat rute perjalanan pribadi, dsb. Petunjuk jalan hanya sedikit, beberapa persimpangan tidak ada penunjuk arah, ada juga penunjuk arah yang tidak akurat.






Hayo mau jalan kemana dulu....
Ada yang bisa nyasar ke semak-semak, ada yang menuju jalan buntu....hehe.
Khusus untuk petunjuk Buaya, digambar yang saya tangkap kerumunan itu sedang melihat buaya loooh, bukan mengarah sesuai petunjuk arah yang dipasang.



Dan juga jangan heran kalo lihat kandang kosong yah, mungkin hewannya sedang sakit atau dipindahkan karena tidak cocok dengan cuaca saat itu. Keep Positive !! :)



Bahkan di bonbin ini, kamu bisa dengan bebas bercengkerama dan memberikan hewan, semau kamu. Seperti yang dapat dilihat dalam gambar. Dan beberapa kandang jadi kotor, karena pengunjung melempar makanan kedalam kandang semaunya saja, bahkan ada yang menjual kacang (yang saya temui di depan pintu masuk) untuk memberi makan hewan.

Dan untuk adik-adik kalau mau datang ke bonbin mau lihat jerapah atau panda, tidak bisa di bonbin ini. Karena tidak ada.... :))

Kesimpulannya, mungkin atau seharusnya bonbin ini mendapat perhatian khusus dari instansi atau dinas terkait. Karena, sangat sayang dengan fasilitas dan lahan yang sudah ini. Ini konsep kebun binatang seperti di dalam hutan yang berada di tengah kota. Ini saja sudah keren sekali menurut saya !! Wisata dengan keluarga, mengenalkan berbagai macam hewan kepada anak-anak, seharusnya banyak penjelasan mengenai berbagai hewan ini. Karena jangan sampai tapir dipanggil babi hutan sama anak-anak (fakta kemarin dilapangan)....hehehe.

Bonus foto :
asik nih yee.....hehehe.

Bonus lagi, foto saya dan pacar....hehe. Kalo foto diatas bukan saya yah -____-



Sekian dan terima kasih :)

Baca selengkapnya